Senin, 09 Juni 2008
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA KAB. MERANGIN PROP.JAMBI
Pemerintah Indonesia menganggap industri jasa pariwisata sebagai bagian yang penting dalam pembangunan negara, ditandai dengan dikeluarkan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan. Di Era Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dan Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dengan Daerah, memberikan kesempatan Pemerintah Daerah semakin leluasa dalam membuka peluang guna mengatur dan mengurus daerahnya sendiri termasuk pengembangan pariwisata. Upaya menciptakan daya tarik bagi wisatawan yang punya arah kecenderungan sebagai wisatawan ekowisata yang berkunjung ke tempat-tempat wisata alam dan budaya yang masih alami, asri, aman, nyaman, menyehatkan dan menarik maka dibutuhkan suatu strategi pengembangan ekowisata di Indonesia secara umum serta khususnya di Kabupaten Merangin Propinsi Jambi.
Penyusunan tugas akhir ini mengangkat topik Strategi Pengembangan Ekowisata Berbasis Wisata Alam dan Budaya melalui pendekatan studi supply, demand dan spasial di Kabupaten Merangin Propinsi Jambi karena atas pertimbangan daerah ini mempunyai prospek yang potensial dalam mendukung pengembangan ekowisata berbasis wisata alam dan budaya. Secara internal (dari dalam) maupum eksternal (wilayah sekitar) meskipun konteks studi ini di Kabupaten Merangin namun disisi lain juga melihat daerah lainnya terutama yang telah mengembangkan ekowisata berbasis wisata alam dan budaya yang sudah maju sebagai bahan komparatif.
Disamping pengembangan pemilihan prioritas wisata alam dan budaya yang terkait ekowisata sebagai tujuan dan sasaran, ada beberapa permasalahan yang menjadi pertimbangan yaitu ekowisata dukungannya terhadap peningkatan ekonomi wilayah Kabupaten Merangin serta disisi lain sebagai pertimbangan paradigma baru pembangunan wilayah yang mengutamakan pada kelestarian alam sehingga pembangunan dapat berkelanjutan dan berkesinambungan. Oleh karena itu diperlukan strategi atau siasat arahan pengembangan ekowisata berbasis wisata alam dan budaya di Kabupaten Merangin yang sesuai potensi dan karakteristik wilayah yang ada. Guna mengimplementasikan strategi diatas dibutuhkan suatu penelitian agar mendapatkan fokus penyelesaian sesuai karakteristik dan potensi wisata alam dan budaya Kabupaten Merangin.
Proses penyelesaian penelitiannya meliputi 3 (tiga) bentuk metode representatif yang dipakai yaitu metode pendekatan penelitian studi meliputi komponen wisata alam dan budaya, metode pengumpulan data meliputi survei instansional dan lapangan yang disesuaikan dengan jenis kebutuhan data sekunder dan primer yang diperlukan dalam melakukan analisis, serta metode analisis meliputi deskriptif kuantitatif dan kualitatif guna menguraikan permasalahan ekowisata berbasis wisata alam dan budaya sesuai bagiannya terhadap peluang dan hambatan seperti metode analisis AHP dan SWOT.
Untuk melengkapi analisis data sekunder dan primer digunakan preferensi stakeholder guna mendapatkan partisipatif sesuai pemikiran dan gagasan Pemerintah, Swasta dan Masyarakat yang sesuai dengan upaya pencapaian tujuan guna penentuan strategi pengembangan ekowisata berbasis wisata alam dan budaya. Berkenaan dengan maksud tersebut terkandung misi lain yaitu agar alam yang menjadi titipan anak cucu kita tetap lestari serta terpadu agar seimbang dan selaras serta berkesinambungan dan berkelanjutan dalam memacu peningkatan ekonomi wilayah sesuai pertimbangan teori dan literatur-literatur ekowisata berbasis wisata alam dan budaya.
Penyusunan tugas akhir ini mengangkat topik Strategi Pengembangan Ekowisata Berbasis Wisata Alam dan Budaya melalui pendekatan studi supply, demand dan spasial di Kabupaten Merangin Propinsi Jambi karena atas pertimbangan daerah ini mempunyai prospek yang potensial dalam mendukung pengembangan ekowisata berbasis wisata alam dan budaya. Secara internal (dari dalam) maupum eksternal (wilayah sekitar) meskipun konteks studi ini di Kabupaten Merangin namun disisi lain juga melihat daerah lainnya terutama yang telah mengembangkan ekowisata berbasis wisata alam dan budaya yang sudah maju sebagai bahan komparatif.
Disamping pengembangan pemilihan prioritas wisata alam dan budaya yang terkait ekowisata sebagai tujuan dan sasaran, ada beberapa permasalahan yang menjadi pertimbangan yaitu ekowisata dukungannya terhadap peningkatan ekonomi wilayah Kabupaten Merangin serta disisi lain sebagai pertimbangan paradigma baru pembangunan wilayah yang mengutamakan pada kelestarian alam sehingga pembangunan dapat berkelanjutan dan berkesinambungan. Oleh karena itu diperlukan strategi atau siasat arahan pengembangan ekowisata berbasis wisata alam dan budaya di Kabupaten Merangin yang sesuai potensi dan karakteristik wilayah yang ada. Guna mengimplementasikan strategi diatas dibutuhkan suatu penelitian agar mendapatkan fokus penyelesaian sesuai karakteristik dan potensi wisata alam dan budaya Kabupaten Merangin.
Proses penyelesaian penelitiannya meliputi 3 (tiga) bentuk metode representatif yang dipakai yaitu metode pendekatan penelitian studi meliputi komponen wisata alam dan budaya, metode pengumpulan data meliputi survei instansional dan lapangan yang disesuaikan dengan jenis kebutuhan data sekunder dan primer yang diperlukan dalam melakukan analisis, serta metode analisis meliputi deskriptif kuantitatif dan kualitatif guna menguraikan permasalahan ekowisata berbasis wisata alam dan budaya sesuai bagiannya terhadap peluang dan hambatan seperti metode analisis AHP dan SWOT.
Untuk melengkapi analisis data sekunder dan primer digunakan preferensi stakeholder guna mendapatkan partisipatif sesuai pemikiran dan gagasan Pemerintah, Swasta dan Masyarakat yang sesuai dengan upaya pencapaian tujuan guna penentuan strategi pengembangan ekowisata berbasis wisata alam dan budaya. Berkenaan dengan maksud tersebut terkandung misi lain yaitu agar alam yang menjadi titipan anak cucu kita tetap lestari serta terpadu agar seimbang dan selaras serta berkesinambungan dan berkelanjutan dalam memacu peningkatan ekonomi wilayah sesuai pertimbangan teori dan literatur-literatur ekowisata berbasis wisata alam dan budaya.

Langganan:
Komentar (Atom)